Postingan

Menampilkan postingan dengan label ews

Pintu yang Tidak Perlu Ditunggu

Gambar
Ada masa ketika saya mengira keputusan yang matang selalu berarti kepastian. Pilih tinggal atau pergi. Lanjut atau selesai. Pertahankan atau tinggalkan. Ternyata hidup tidak sesederhana itu. Ada keputusan yang justru menjadi dewasa ketika kita berhenti memaksanya menjadi hitam atau putih. Dalam sebuah hubungan, saya pernah sampai pada titik ketika perasaan bukan lagi masalah utama. Yang lebih berat justru bayangan tentang masa depan yang pernah ikut tumbuh bersama seseorang. Bukan hanya soal kedekatan, tetapi tentang kemungkinan membangun sesuatu: bekerja bersama, menciptakan karya, menggarap mimpi yang sudah lama hidup bahkan sebelum orang itu datang. Di situlah melepaskan menjadi sedikit lebih rumit. Kita bisa berhenti menunggu seseorang, tetapi tetap mengakui bahwa pernah ada potensi yang nyata. Kita bisa melanjutkan hidup tanpa harus berpura-pura bahwa semua kemungkinan di masa depan sudah mati. Saya kemudian belajar membedakan dua hal: potensi dan kapasitas . Potensi adalah apa ya...