Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Isra Mi'raj: Perjalanan Langit yang Penuh Makna

Gambar
Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah rahasia besar perjalanan spiritual yang penuh makna. Di tengah kesedihan yang mendalam, Allah menghibur Nabi dengan cara yang luar biasa, mengajarkan kita bahwa setiap ujian membawa kebesaran. Penasaran bagaimana perjalanan ini mengubah segalanya? Temukan jawabannya dalam kisah yang menggugah ini. Kesedihan yang Mendalam Pada tahun yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn (Tahun Kesedihan), Nabi Muhammad ﷺ diuji dengan kehilangan dua sosok paling berarti dalam hidupnya: Khadijah, istri tercinta yang selalu mendukungnya, dan Abu Thalib, pamannya yang melindungi dakwahnya. Ditinggalkan oleh keduanya, Rasulullah ﷺ merasakan kesedihan yang mendalam. Dalam keputusasaan, beliau pergi ke Thaif untuk mencari dukungan, namun justru diusir dan dilukai. Bagaimana perasaan seorang manusia ketika seluruh dunia seolah menutup pintunya? Di sinilah manusiawi Nabi begitu nyata: ia terluka, menangis, namun tetap berserah kepada Allah. Penghiburan dari L...

Memeriksa Diri di Tengah Relasi yang Membingungkan (catatan bersama dr. Hana)

Gambar
Menghadapi relasi dengan narsistik tidak cukup dengan niat baik atau kesabaran. Pada titik tertentu, bantuan profesional menjadi kebutuhan, bukan karena kita lemah, tetapi karena realitas terus dipelintir. Psikolog atau psikiater bukan tempat mencari pembenaran, melainkan ruang untuk menguji kewarasan di tengah kebingungan yang disengaja. Ironisnya, di situlah letak keberanian terbesar. Dalam relasi narsistik, orang yang memilih ke profesional sering justru dicap gila, tidak waras, atau bermasalah. Stigma itu bukan kebetulan. Itu taktik. Ketika seseorang berani mencari bantuan, kendali narasi terancam. Maka jalan termudah adalah membalik makna: yang memeriksa diri dianggap sakit. Disclaimer:  nama dan detail tertentu disamarkan untuk menjaga privasi dan etika profesional. Pertemuan pertamaku dengan dr Hana itu hari Jumat. Aku masih berstatus suami. Belum ada rencana cerai. Aku datang bukan dalam kondisi hancur, tapi lelah. Pikiran berisik, tidur berantakan. Aku ingin jeda. Di ruang...